Pages

Friday, February 1, 2013

Mengenal Desa Penelitian

Desa Penelitian merupakan program kerja bersama antara Kelompok Studi Mahasiswa Eka Prasetya UI dan Himpunan Mahasiswa Sosiologi UI dalam bentuk penelitian dan pengabdian masyarakat di pemukiman Pasar Ikan, Penjaringan, Jakarta Utara. Proker ini akan diberlangsungkan dalam jangka waktu yang panjang, yakni melebihi dari satu tahun kepengurusan dengan tujuan menghasilkan perubahan yang berkelanjutan.

Adapun tujuan umum dari kegiatan ini adalah:
  • Mahasiswa dapat menemukan permasalahan sosial dan alam berbasis penelitian yang terjadi di masyarakat Pasar Ikan. Penelitian-penelitian sosial yang akan dilakukan adalah menggunakan social mapping, assessment kebutuhan masyarakat, dan evaluasi program Melting Pot.
  • Setelah adanya hasil penelitian, mahasiswa bersama masyarakat akan melakukan intervensi di ranah yang tepat.
  • Kemudian dengan adanya intervensi, diharapkan terjadi peningkatan kualitas hidup bagi masyarakat secara berkelanjutan.
 Tujuan khusus:
  • Dengan adanya program Desa Penelitian, diharapkan kemampuan mahasiswa dalam melakukan penelitian akan berkembang. Selama melakukan penelitian dan kegiatan sosial, mahasiswa akan dibimbing oleh dosen-dosen yang ahli di bidangnya.
  • Meningkatkan kesadaran dan pemahaman mahasiswa dalam melihat permasalahan yang ada di masyarakat.

Bentuk kegiatan:
Dalam Desa Penelitian, para anggota akan dibagi di beberapa bidang. Tiap anggota memiliki kewajiban sesuai bidangnya.
  1. Acara: Pada bidang ini, anggota akan melakukan kegiatan sosial bersama dengan 5 orang perwakilan dari KSM dan HMS yang sejak sebelumnya dan sampai saat ini sedang menjalankan kegiatan sosial yang bernama "Melting Pot". Adapun kegiatan-kegiatan yang tercakup dalam bidang ini antara lain dokter kecil, local guide, host family, dan fun trash bin.
  2. Perlengkapan: Bidang perlengkapan bertugas mempersiapkan perlengkapan-perlengkapan yang terkait dengan kegiatan penelitian maupun kegiatan sosial.
  3. Humas: Humas bertugas menghubungi pihak luar dan membuat publikasi terkait dngan kemajuan.
  4. RnD: Tim ini bertugas merumuskan dan melaksanakan penelitian. Hasil penelitian akan dilanjutkan menjadi program intervensi sosial di bidang yang dianggap perlu sesuai dengan hasil penelitian.
  5. Sponsorship: Bidang ini yang bertugas untuk mencari dana. Kegiatan kompetisi merupakan kegiatan yang lebih diutamakan oleh bidang sponsorship dalam mendapatkan dana sehingga secara tidak langsung juga tiap anggota dapat memperoleh prestasi.
Walaupun terdapat bidang-bidang, para anggota dapat mengikuti bidang-bidang lainnya, misalnya anggota sponsorship ikut serta bidang acara saat melakukan sosialisasi, atau ikut serta dalam penelitian, dan kegiatan lainnya.

Lokasi Kegiatan:
Pasar Ikan terletak di Jakarta Utara, dekat dengan Kota Tua dan VOC Galangan. Masyarakat di sna terbiasa beraktivitas di atas laut. Rumah dan bangunan yang terdapat di sana dibangun menggunakan bambu dan tripleks.

Dosen-Dosen Pembimbing:
  • Dra. Shanty Novriaty M.Si atau biasa dipanggil dengan Mbak Shanty adalah dosen yang berasal dari Departemen Sosiologi FISIP UI. Beliau memiliki segudang pengalaman dalam hal membuat social action research dan program pemberdayaan masyarakat. Selama Desa Penelitian dijalankan, Mbak Shanty bersedia menjadi mentor dan memberikan sesi kuliah untuk memperdalam kemampuan para anggota dalam melakukan social action research.
 Divisi Acara:
Apa itu Melting Pot?
Melting Pot merupakan nama kegiatan sosial yang sedang dijalankan oleh 5 orang perwakilan KSM Eka Prasetya UI dan HMS FISIP UI, serta telah tergabung dalam Desa Penelitian, yang terdiri dari Ghivo Pratama (anggota HMS),  Feisal Makarim (anggota HMS), Rizma Angga Puspita (anggota KSM), Ratu Dini Nurasih (anggota KSM), dan Nurul Fajry Maulida (anggota KSM) yang mana dalam pengimplementasian proyek sosial tersebut mendapat dukungan dari Unilever. Nama "Melting Pot" itu sendiri disesuaikan dengan tujuan dari kegiatannya yaitu sebuah tempat di mana banyak pihak dari berbagai lapisan masyarakat dan budaya bersatu menjadi satu kekuatan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah kumuh (slum area) di Pemukiman Pasar Ikan, Penjaringan, Jakarta Utara.

Pihak-pihak dari berbagai lapisan masyarakat yang dimaksudkan antara lain:
  1. Unilever
  2. Lifebuoy
  3. Jakarta Hidden Tour
  4. Masyarakan Pasar Ikan RT 001 RW04, yang terdiri dari warga pemilik rumah yang akan dijadikan host family, pemuda yang akan dijadikan sebagai local guide, dan anak-anak usia sekolah dasar yang akan dijadikan sebagai dokter kecil.
  5. Kelompok Studi Mahasiswa Eka Prasetya UI
  6. Himpunan Mahasiswa Sosiologi UI

Kelima orang perwakilan dari HMS dan KSM tersebut bersama dengan anggota divisi acara dalam
kegiatan sosial ini akan berperan sebagai enabler, yakni konseptor, inisiator, dan konektor berbagai
pihak yang sudah disebutkan di atas sebelumnya.

Berdasarkan tujuan dari kegiatan sosial tersebut yang secara tersirat sudah dijelaskan sebelumnya yaitu untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah kumuh (slum area) di Pasar Ikan RT 001 RW 04 Penjaringan Jakarta Utara, maka fokus dari kegiatan sosial tersebut adalah mewujudkan pemukiman tersebut menjadi sebuah “kampung wisata” karena berdasarkan pengamatan sebelumnya, pemukiman tersebut memiliki potensi sebagai tempat wisata yang mana lokasinya berada diantara 12 destinasi wisata pesisir Jakarta Utara. Selain itu,pemukiman tersebut juga sebelumnya merupakan salah satu titik wisata dari salah satu agen wisata yang bernama Jakarta Hidden Tour yang mana tujuan dari wisata mereka adalah mempertontonkan para wisatawan, kemiskinan dan kekumuhan masyarakat daerah tersebut. Oleh karena itu, dalam kegiatan sosial ini diharapkan para wisatawan yang datang tidak lagi berniat untuk melihat kemiskinan dan kekumuhan mereka melainkan keunikan mereka yang mana nantinya dengan adanya kegiatan sosial ini mereka dapat berubah yang awalnya pemukiman mereka kumuh kini dapat menjadi pemukiman yang bersih dan indah.

Untuk mewujudkan pemukiman tersebut mejadi sebuah “kampung wisata” tentunya pemukiman tersebut perlu menjadi “kampung bersih” yang mana merupakan pemukiman yang memiliki sanitasi dan higinitas yang baik yang mana nantinya dapat diwujudkan dengan adanya pengadaan dokter kecil dan fun trash bin. Sementara dalam mewujudkan “kampung wisata”, program yang akan mewujudkannya antara lain house family dan pengadaan local guide.

Berikut adalah penjelasan dari program-program yang sudah disebutkan di atas:

1. Host Family
Dalam tahap awal, akan ada 5 rumah warga yang akan dijadikan semacam home stay bagi para wisatawan yang ingin menginap dan berbaur dengan masyarakat daerah tersebut. Biaya dari penginapan dan sebagainya yang termasuk ke dalam paket host family ini (biaya makan dan upah local guide) adalah sebesar Rp 200.000,00 yang mana nantinya 50% diberikan untuk pemilik rumah, 25% untuk upah local guide, 15% untuk biaya pengangkutan sampah, dan 10% untuk perbaikan tempat sampah. Jika ada sisa anggaran, maka akan digunakan untuk mengembangkan rumah lain untuk menjadi host family atau memperbaiki infrastruktur yang lain.

2. Local Guide
Dalam kegiatan sosial ini, kita akan memberdayakan para pemuda daerah tersebut yang belum memiliki pekerjaan. Mereka akan dijadikan sebagai local guide yang mana dalam pengimplementasiannya akan bekerja sama dengan Jakarta Hidden Tour. Jakarta Hidden Tour sebagai agen wisata dalam kegiatan sosial ini berperan sebagai penyedia turis dan melatih local guide tersebut. Namun dalam perannya sebagai pihak yang melatih local guide tersebut tidak dapat dilakukan secara intensif yang oleh karena itu dalam hal ini terdapat peran dari divisi acara dalam membantu Jakarta Hidden Tour dalam melatih mereka menjadi local guide yaitu dengan mengajarkan mereka berbahasa inggris agar dapat berkomunikasi dengan para wisatawan.

3. Dokter Kecil
Dokter kecil dalam hal ini berperan dalam meningkatkan kepedulian dan kecintaan warga sekitar terhadap kebersihan lingkungan. Dokter kecil dijadikan semacam “polisi kebersihan” yang bertugas menasehati masyakat untuk selalu membuang sampah ke tempat sampah dan mengingatkan mereka untuk berperilaku hidup bersih dan sehat dengan selalu mencuci tangan dengan sabun sampai bersih. Dalam hal ini, akan ada keterlibatan dari Lifebuoy sebagai pihak yang akan membantu dalam merubah perilaku masyarakat tersebut untuk menjadi masyarakat yang memiliki perilaku hidup bersih dan sehat. Mengenai pengadaan dokter kecil, kita akan bekerja sama dengan puskesmas, sekolah dasar, dan Lifebuoy (sebagai penyedia materi).

4. Fun Trash Bin
Para pemilik rumah yang akan dijadikan sebagai host family nantinya akan diminta untuk membantu membersihkan sampah-sampah yang menumpuk di beberapa titik di daerah tersebut dan memasang jaring-jaring agar tidak ada lagi sampah yang dapat masuk ke kolong pemukiman warga (pemukiman mereka berada di atas laut). Ketika di titik-titik tersebut sudah bersih dari sampah maka kita menghendaki masyarakat agar tidak lagi membuang sampah ke laut. Oleh karena itu, akan disediakan beberapa tempat sampah yang disebut dengan fun trash bin, sesuai dengan fun theory, tempat sampah tersebut akan dibuat sedemikian rupa agar dapat mengeluarkan suara ketika ada sampah yang masuk. Pembuatan tempat sampah ini, akan melibatkan bantuan dari Tim Robotik UI (TRUI) dan akan didanai oleh Lifebuoy.

Unilever dalam kegiatan sosial ini merupakan pihak yang pertama kali mendukung adanya kegiatan sosial ini melalui adanya program mereka yang disebut dengan ULAS (Unilever Leadership Actions on Sustainability) yang mana kelima orang perwakilan dari KSM dan HMS tersebutlah yang sejak awal sudah menjalin kerja sama dengan mereka dalam menjalankan kegiatan sosial ini. Hingga akhirnya pada tahap implementasi, mereka melakukan penandatanganan kontrak dengan Unilever dan mendapatkan dukungan dana sebesar Rp 19.065.000,00. Unilever juga mendukung kegiatan sosial ini dengan memberikan mentor yang dapat membimbing kita agar dapat berjalan dengan baik.

Mentor untuk Melting Pot ada 2, mereka adalah ibu Anna Amalyah Agus (Dosen FE) dan ibu Silvi
Tirawaty (Environment Program Manager, Unilever).

No comments:

Post a Comment